Pentingnya menggunakan SPG (Sales Promotion Girl) bagi perusahaan

Pentingnya menggunakan SPG (Sales Promotion Girl) bagi perusahaan

Sebelumj kita menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya kita mengetahui apa itu istilah SPG dan apa pengertian usher? tidak sedikit konsumen yang salah mendefinisikan mengenai SPG (Sales Promotion Girl) dan SPB (Sales Promotion Boy) yang langsung menjalin kontak dengan konsumen. Dia bertugas memperkenalkan produk tertentu hingga konsumen punya pemahaman yang tepat soal produk. Konsumen dapat mengarahkan pertanyaan-pertanyaan tentang produk kepada SPG. Adapun usher atau penerima tamu tidak menawarkan produk dan menjalin pembicaraan dengan konsumen. Dia bertugas memeriahkan acara dan menaikkan pencitraan produk. Biasanya, penghasilan usher lebih tinggi daripada penghasilan SPG.

Usher dan SPG yang banyak ditemui pada pameran memiliki kewajiban yang goalnya adalah mengclosingkan produk untuk bisa langsung dibawa pulang konsumen. Artinya adalah, adanya sebuah korelasi atau hubungan yang kuat antara munculnya SPG dan usher dengan promosi serta penjualan produk. Namun, seberapa besar efektivitasnya?
Ketika pemegang Branding melibatkan Usher dan SPG yang profesional dan tepat , maka langkah sebuah strategi pemasaran yang diambil dapat dinilai sudah efektif. Tepat yang dimaksud disini yaitu dua peran tersebut, terutama SPG, memiliki knowledge yang baik, komprehensif dan cukup mengenai suatu produk. contohnya, paham akan spesifikasi Handphone terbaru yang dipajang dalam event/pameran.

jasa Agency Spg-model event jakarta motor-show terbaik

Satu lagi, SPG dan usher mesti memiliki kemampuan menjalin komunikasi principle ramah dengan calon konsumen. 2 skill utama ini harus dimiliki oleh usher dan SPG. Karena itu, perusahaan pemiliki merek yang ingin menggunakan SPG dan usher harus memastikan keduanya punya dua hal tadi sebelum pameran berlangsung.
“Juga enzyme SPG dan usher principle pengetahuan soal produknya kurang sehingga pada akhirnya mengandalkan fisik. Ini keliru,” tutur Djoko.

Bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk, sebaiknya sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan jasa SPG dan usher, perusahaan wajib melakukan riset dan memastikan bahwa produknya sudah jadi leader market atau belum. Jika belum jadi leader market, maka gunakanlah Jasa Agency SPG dan usher Profesional.

Namun, bila produk sudah sangat dikenal masyarakat dan telah bercokol di puncak pangsa pasar, peran SPG dan usher bisa dihilangkan. Djoko mengingatkan bila perusahaan mengerahkan SPG, tekankan kepada SPG bahwa dirinya adalah penyambung antara konsumen dengan orang internal perusahaan.

Peran ini begitu penting sebab SPG merupakan penyampai pesan soal produk kali pertama ke konsumen. Dia pula yang meneguhkan konsumen untuk membeli produk. Bila sinyal ingin membeli muncul, SPG harus cekatan membawa konsumen ke orang internal perusahaan. Di bagian inilah, eksekusi terjadi. “Meski enzyme SPG dan usher, perusahaan tetap harus mengerahkan orang internal, misal sales executive. Kalau SPG tidak bisa menjawab pertanyaan, konsumen dapat memperoleh jawabannya ke orang internal,” kata Djoko.

SESUAIKAN MARKET & PASAR

Pemilihan SPG penting diperhatikan perusahaan. Apalagi bila dibenturkan dengan sasaran pasar dari produk. Jika perusahaan membidik pelanggan high-end enzyme baiknya mengambil SPG principle tengah di bangku kuliah atau lulus kuliah. Dengan catatan, SPG tersebut memiliki pengetahuan yang baik soal produk dan mampu menjalin komunikasi secara baik.

Pemilihan SPG pun harus mempertimbangkan karakter produk yang muaranya juga ke target pasar. Misal, produk yang akan ditawarkan panci. Tidak usah perusahaan mengerahkan SPG cantik dan muda. Sebab, pasar yang nantinya mengerumuni produk adalah perempuan, terutama ibu-ibu, yang tidak akan tertarik dengan perempuan menarik. Terpenting, perusahaan menyediakan SPG yang ramah dan suka menolong.
Sesungguhnya, pasar Indonesia yang sudah cukup matang tidak perlu lagi menggantungkan sumber informasi ke SPG. Namun, menurut Djoko, ini sudah jadi perkara kebiasaan. Contohnya, Sebuah Event pameran otomotif belum lengkap tanpa adanya SPG dan usher yang cantik dan smart. Di Indonesia, jika tidak ada SPG, produk jadi kurang profesional dan brandingnya kurang mengena.